Temu Mitra Regional II 2012 Di Bali - LPDB Jalin Silahturahmi dan Tingkatkan Fungsi "Monev"


Harian Ekonomi Neraca. Guna meningkatkan komunikasi dengan para mitra, serta mengefektifkan fungsi monitoring dan evaluasi (monev) dana bergulir. Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) menyelenggarakan Temu Mitra Regional II yang berlangsung di Bali pada 11-12 April 2012. Acara rutin tahunan LPDB tersebut dihadiri kurang lebih 300 Mitra LPOB dari 14 provinsi di Indonesia.

Temu Mitra Regional II tahun 2012, merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mempererat hubungan dan komunikasi antara LPOB dengan para mitra, menjaga tingkat kepatuhan mitra dalam pemanfaatan dana bergulir serta menekan angka kemacetan atau Non-Performing Loan (NPL), mensosialisasikan kebijakan pemerintah kepada mitra LPDB dan para pemangku kepentingan dan terakhir,meningkatkan kinerja mitra penerima pinjaman/pembiayaan.

 

Patut diketahui, selama hampir enam tahun berkiprah di tengah-tengah masyarakat, pelayanan LPD8-KUMKM kian ditingkatkan guna mengatasi permasalahan permodalan di Indonesia khususnya yang dialami oleh banyak pelaku usaha koperasi dan UMKM.

Selain itu, kehadiran LPDB juga ditujukan untuk meningkatkan produktivitas koperasi dan UMKM di Indonesia yang berdampak terhadap pengentasan kemiskinan dan pengangguran, serta pengembangan ekonomi nasional.

Tentu saja hal ini bukan pekerjaan mudah. Beragam persoalan dihadapi LPDB-KUMKM, keterbatasan sumber daya , manusia (SDM) menjadi kendala utama yang dihadapi oleh internal LPDB. Selain itu, keterbatasan dana pinjaman yang bersumberdari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan banyaknya koperasi-koperasi yang belum memenuhi persyaratan baik dari kelembagaan maupun kelayakan usahanya menjadi kendala eksternal yang dihadapi LPDB.

Kendala lainnya adalah masih banyak ditemukan pemalsuan tandatangan yang mengatasnamakan pejabat LPDB-KUMKM yang dilakukan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab. Untuk hal ini LPDB tidak henti-hentinya mengirimkan surat ke Dinas Koperasi dan UKM Tingkat Provinsi maupun Kabupaten/ Kota dengan tembusan berbagai pihak terkait.

Direktur Utama LPDB-KUMKM Kemas Danial menjelaskan, embaga pembiayaan yang dibi-nanya merupakan unit kerja Kementerian Koperasi dan UKM yang memiliki tugas dan tanggungjawab utama dalam men-gelola dana bergulir untuk pinjaman/pembiayaan KUMKM di Indonesia.

"Penyaluran dana bergulir ini merupakan upaya mendukung program pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan, menekan angka pengangguran, menciptakan lapangan kerja, penumbuhan wirausaha baru, meningkatkan produktivitas dan daya saing ekonomi rakyat, serta pengembangan ekonomi nasional", papar dia.

Tercatat, sejak tahun 2008 hingga akhir Maret 2012, LPDB-KUMKM telah menyalurkan dana pinjaman/pembiayaan sebesar Rp 1,72 triliun kepada kurang lebih 240.195 UMKM di Indonesia. Di antaranya, sebanyak 901 Koperasi Primer, 40 Koperasi Sekunder, 47 Perusahaan Modal Ventura (PMV), 19 Bank, serta 11 UKM Strategis. Sedangkan target penyaluran pinjaman/pembiayaan LPDB-KUMKM untuk tahun

2012 itu sendiri sebesar Rp 1,3 triliun. Patut diketahui, total penyaluran tahun 2012 hingga akhir Maret 2012 telah mencapai Rp 97,3 miliar, yang terserap oleh 52 mitra LPDB yang terdiri dari koperasi dan UKM.

Tingginya minat dan antusias masyarakat terhadap dana pinjaman/pembiayaan LPDB-KUMKM, terbukti dari meningkatnya jumlah proposal yang masuk dan mengantri untuk mendapatkan pinjaman. Apalagi sejak November 2011 lalu, dimana LPDB-KUMKM berhasil mendapatkan penghargaan ISO 90012008 di bidang penerapan sistem manajemen mutu, Jumlah permohonan pinjaman/pembiayaan yang mengantri dana bergulir hingga tahun 2012 meningkat empat kali lipat dibanding tahun lalu yakni sebesar Rp 21 triliun dari total 7500 proposal yang mengajukan pinjaman/pembiayaan.

Agenda Lainnya

Cari Agenda